Kriteria Guru Profesional


Oleh  Asmuni SyukirPromosi PKBM ELJIMAS

 Istilah profesional sering digunakan untuk menyebut strata dan status seseorang dalam bidang pekerjaannya. Dalam hal ini profesional diartikan sebagai suatu ketrampilan teknis yang dimiliki seseorang, seperti pengklasifikasian antara pekerja ahli dengan tukang, antara profesional dengan amatiran. Misalnya, seorang guru dikatakan profesional bila guru itu memiliki kualitas mengajar yang tinggi. Padahal profesional mengandung makna yang lebih luas dari hanya berkualitas tinggi dalam hal teknis. Menurut Sahertian (1994:29-36), profesional mempunyai makna ahli (ekspert), tanggungjawab (responsibilty), baik tanggungjawab intelektual maupun tanggungjawab moral, dan memiliki rasa kesejawatan.

Pekerjaan guru memanglah sebagai suatu profesi, tetapi tidaklah semua guru profesional, untuk menentukan guru yang profesional haruslah memenuhi empat kreteria berikut:

1  Ahli (ekspert)

Yang pertama adalah ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam tugas mendidik. Seorang guru tidak saja menguasai isi pengajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu dalam menanamkan konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan. Karena mengajar adalah sarana untuk mendidik, yaitu menyampaikan pesan-pesan didik, maka guru yang profesional tidak cukup hanya ahli bidang studi dan  ahli mengajarkannya tetapi harus pula ahli menyampaikan pesan-pesan didik melalui bidang studi yang diajarkannya.

Nampaknya banyak guru yang hanya ahli dalam mengajar tetapi kurang memperhatikan segi-segi mendidik. Pemahaman seperti itu tidak akan bermanfaat bagi guru sebagai pendidik. Guru yang mampu mengajar saja dan hanya melihat pada tujuan-tujuan dan materi pelajaran belaka, mereka ini menerapkan apa yang oleh Paulo Freire disebut ‘Banking Concept’, yaitu cara guru yang memandang bahwa mengajar itu seperti orang yang memasukkan uang ke dalam bank dan akan mendapatkan bunga. Guru mengajar, murid belajar, guru menerangkan, murid mendengarkan, guru bertanya, murid menjawab. Konsep seperti itu tidak manusiawi (dehumanisasi). Dalam proses belajar mengajar atau yang kini dikenal proses pembelajaran terjadi dialog yang ekstensial antara pendidik dan subyek didik sehingga subyek didik menemukan dirinya. Karenanya pengetahuan yang diberikan harus dapat membentuk pribadi yang utuh (holistik) dan tidak sekadar ‘transfer of knowledge’. Kalau guru hanya ahli dan trampil mentransfer materi pelajaran, maka pada suatu saat nanti peranan guru akan dapat diganti dengan media teknologi modern. Ingat, bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik. Melalui pengajaran guru membentuk konsep berpikir, sikap jiwa dan menyentuh afeksi yang terdalam dari inti kemanusiaan subyek didik.

2  Memiliki Otonomi dan Rasa Tanggungjawab

Guru yang profesional disamping ahli dalam bidang mengajar dan mendidik, ia juga memiliki otonomi dan tanggungjawab. Guru yang profesional telah memiliki otonomi atau kemandirian dalam mengemukakan apa yang harus dikatakan berdasarkan keahliannya. Pada  awalnya memang ia belum punya kebebasan atau otonomi, karena ia masih belajar sebagai magang. Melalui proses belajar dan perkembangan profesi maka pada suatu saat ia akan memiliki sikap mandiri. Ciri-ciri kemandirian antara lain: dapat memegang teguh nilai-nilai hidup; dapat membuat pilihan nilai;  dapat menentukan dan mengambil keputusan sendiri; dan dapat bertanggung jawab atas keputusan itu.

Guru yang profesional mempersiapkan diri sematang-matangnya sebelum ia mengajar. Ia menguasai apa yang akan disajikan dan bertangungjawab atas semua yang diajarkan, dan bahkan bertanggungjawab atas segala tingkah lakunya.

Dalam ilmu pendidikan, tanggungjawab guru mengandung makna multi dimensional, yaitu bertanggungjawab terhadap diri sendiri, siswa, orang tua, lingkungan sekitarnya, masyarakat, bangsa dan negara, sesama manusia, dan akhirnya terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta. Jadi tanggung jawab guru  mengandung aspek intelektual, individual, sosial, etis dan relegius. Dimensi-dimensi tanggungjawab ini harus dikembangkan melalui seluruh pengalaman belajar di sekolah, termasuk seluruh bidang studi yang diajarkan.

3 Berjiwa Dinamis dan Reformis

Guru yang profesional akan selalu berjiwa dinamis. Ia tidaklah statis. Artinya guru selalu berusaha untuk mengembangkan diri dan profesinya, serta mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan jaman. Karenanya ia harus pula berjiwa reformis, yaitu mampu mengubah paradigma yang bertentangan dengan profesionalisme, dan mengganggu keotonomiannya, serta memberantas usaha-usaha dehumanisasi kependidikan.

4 Memiliki Rasa Kesejawatan

Salah satu tugas dari organisasi profesi ialah menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada rasa aman dan perlindungan jabatan. Etik profesi ini dikembangkan melalui organisasi profesi. Melalui organisasi profesi inilah diciptakan rasa kesejawatan. Semangat korps dikembangkan agar harkat dan martabat guru dijunjung tinggi, baik oleh korps guru sendiri maupun masyarakat pada umumnya. Adalah ironi bila guru diharuskan memikul tanggung jawab mendidik begitu berat, tetapi pada pihak lain penghargaan dan perlindungan terhadap jabatan tidak sesuai dengan tanggungjawab yang dilimpahkan kepada mereka.

Kembali ke   BERANDA /ARTIKEL

31 gagasan untuk “Kriteria Guru Profesional

  1. saya sependapat bahwa seorang guru harus profesional. dan untuk menjadi profesional, ada 4 kriteria :
    1. ahli.
    apabila seorang guru tidak memiliki sebuah keahlian, maka ia dianggap tidak mampu menjalankan tugas pokoknya.
    2. memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab. apabila tidak terpenuhi rasa otonomi atau kemandiriannya, maka guru tersebut tidak akan bisa bertanggung jawab atas tindakannya, terutama dalam hal mengajar. sebelum mengajar seorang guru harus mempersiapkan materinya dan memutuskan apakah materi ini benar atau tidak sehingga nantinya dapat dipertanggungjawabkan.
    3. guru adalah panutan untuk siswa, apabila guru memiliki sifat dianmis, maka siswa pun akan mengikutinya. sehingga akan timbul kemajuan dalan diri siswa tersebut.
    4. guru yang profesional harus mampu membangun rasa keejawatan yang baik terhadap semua kalangan terutamaa pada sesama pendidik. karena apabila terjalin hubunngan yang baik, maka terjadi kekompakan antar pendidik dan hal tersebut dan mendukung lancarnya pendidikan di Indonesia

  2. saya setuju dengan itu,seorang guru yang profesional harus memenuhi keempat kriteria tersebut, yaitu:
    1. ahli (ekspert)
    2.memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab
    3.berjiwa dinamis dan reformis
    4.memiliki rasa kesejawatan
    karena kalau seorang guru itu hanya memenuhi satu dari kriteria itu berarti guru itu dianggap belum profesional

  3. Menurut saya untuk menjadi guru profesional seorang guru tidak hanya serta merta mentransfer ilmu saja kepada siswanya melainkan bisa memotivasi mereka dan untuk memotivasi seorang guru harus memiliki skill atau kemampuan agar siswa bisa berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar mengajar, dan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik hal pertama yang harus di lakukan adalah dengan mengetahui karakter masing – masing mereka, dan itu bisa kita ketahui dalam proses belajar mengajar di kelas, dari proses tersebut apa yang di dapat tidak lain adalah prestasi belajar siswa yang meningkat, jadi disini tugas utama seorang guru yang profesional itu tidak hanya mengajar saja melainkan mendidik juga.

  4. saya sependapat bahwa seorang guru harus profesional. dan untuk menjadi profesional, ada 4 kriteria :
    1. ahli.
    Seorang guru tidak saja menguasai isi pengajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu dalam menanamkan konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan.
    2. memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab.
    Guru yang profesional mempersiapkan diri sematang-matangnya sebelum ia mengajar. Ia menguasai apa yang akan disajikan dan bertangungjawab atas semua yang diajarkan, dan bahkan bertanggungjawab atas segala tingkah lakunya.
    3. Berjiwa dinamis dan reformis
    Guru selalu berusaha untuk mengembangkan diri dan profesinya dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan jaman. Serta harus pula berjiwa reformis, yaitu mampu mengubah paradigma yang bertentangan dengan profesionalisme, dan mengganggu keotonomiannya, serta memberantas usaha-usaha dehumanisasi kependidikan.
    4. Memiliki rasa kesejawatan
    guru yang profesional harus mampu menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada rasa aman dan terjadi keselarasan antara pendidik dengan peserta didik.

  5. saya setuju jika seorang guru profesional harus memiliki kriteria tersebut.
    1. expert = seorang guru harus benar-benar ahli dalam bidang studynya.
    2. otonom dan bertanggung jawab = mandiri (bebas mengambil tindakan sesuai dengan keahliannya) namun bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan.
    3. dinamis dan reformis = guru harus selalu mengembangkan dirinya kearah yg lebih baik.
    4. rasa kesejawatan= memiliki rasa kesejawatan / kesetiakawanan .

  6. saya sependapat bahwa guru profesional harus memiliki 4 kriteria yakni:
    1 Ahli (ekspert), 2 Memiliki Otonomi dan Rasa Tanggung jawab, 3 Berjiwa Dinamis dan Reformis, 4 Memiliki Rasa Kesejawatan

  7. saya sangat setuju dan sependapat dngn pernyataan di atas bahwa seorang guru itu harus mempunyai ke 4 kriteria yg telah di sebutkan diatas,yaitu :
    1.ahli (ekspert)
    2.memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab
    3.berjiwa dinamis dan reformis
    4.memiliki rasa kesejawatan
    Karna jika seorang guru tersebut belum memiliki dan blm memenuhi ke 4 kriteria diatas blm bisa di katakn sbg guru yg profesional.

  8. Pendapat saya mengenai guru itu harus bersikap profesional ada beberapa kriteria, antara lain :
    1. memiliki kemampuan intelektual yang tinggi
    2. Selalu punya energi untuk siswanya
    Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka.
    3. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
    Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
    4. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
    5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
    6. Pengetahuan tentang Kurikulum
    Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

  9. Menurut pendapat saya untuk menjadi seorang guru atau calon guru yang profesional harus memiliki kriteria-kriteria tertentu seperti memiliki kesehatan jasmani dan rohani, mempunyai kemampuan pisik dan intelektual yang kuat, berwawasan luas, memiliki teknik mengajar yang berpengalaman, dan diakui sebagai pendidik yang telah disertifikasi.

  10. seorang guru agar dapat pengakuan dari lembaga atau orang yang ada disekitarnya haruslah memilki sebuah kompetensi dasar dan haruslah profesional agar bisa berkompetitif dalam dunia kependidikan. yang dapat dikatakan kriteria profesional adalah seorang guru yang ahli dalam bidang studi yang dia ajarkan ,dalam penyampaian maupun dalam penguasaan materi hal ini diperlukan agar anak didik mendapatkan pengetahuan yang maksimal. Memiliki tanggung jawab atas apa yang dia kerjakan didalam maupun diluar dunia kependidikan. Selalu berinovasi kearah yang lebih baik dan menjadi inspirasi / panutan bagi anak didiknya . yang terakhir adalah memiliki rasa kesejawatan,yaitu rasa solidaritas terhadap instansi/ organisasi yang menaunginya

  11. Saya sependapat dengan Bapak, bahwasanya tidak semua guru itu bisa dikatakan sebagai guru yang profesional karena seorang guru yang profesional itu harus memiliki atau mempunyai kualitas mengajar yang tinggi. Dan kualitas mengajar yang tinggi itu bisa dicapai oleh seorang guru apabila seorang guru itu mempunyai 4 kriteria tersebut.
    Lalu bagaimana cara yang efektif dan mudah untuk mencapai 4 kriteria tersebut bagi calon seorang guru untuk menjadi guru yang profesional ?

  12. saya setuju dengan 4 kriteria diatas
    1) Ahli
    jika guru tidak memiliki sebuah keahlian. apa guru tersebut bisa menyelesaikan tugasnya sebagai guru.
    2) rasa tanggung jawab
    guru adalah seorang pemimpin yang dianut oleh peserta didik, maka guru harusnya memiliki rasa tanggung jawab.
    3) dinamis
    seperti halnya rasa tanggungjawab, guru harus memiliki sifat dinamis agar peserta didik bisa termotifasi untuk menjadi seperti guru tersebut.
    4) kesejawatan
    jika guru mempunyai sifat kesejawatan, secara tidak langsung guru tersebut ikut dalam mengatasi masalah pendidikan yang ada di di indonesia

  13. saya sependapat dngn pernyataan di atas bahwa seorang guru itu harus mempunyai ke 4 kriteria yg telah di sebutkan diatas,yaitu :
    1.ahli (ekspert)
    2.memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab
    3.berjiwa dinamis dan reformis
    4.memiliki rasa kesejawatan
    Karna jika seorang guru tidak memiliki salah satu atau bahkan 4 kriteria di atas tidak bisa d katakan bukan guru profesional misalnya saja seorang guru yang ahli bahasa indonesia mengajar matematika maka apa yang d ajarkannya tidak sesuai dengan isi pelajaran dan bisa mengakibatkan kebodohan kepada siswanya lkarna guru tersebut tidak mengetahui tentang matematika.

  14. saya sependapat bahwa guru profesional harus memiliki 4 kriteria yakni:
    1 Ahli (ekspert), 2 Memiliki Otonomi dan Rasa Tanggung jawab, 3 Berjiwa Dinamis dan Reformis, 4 Memiliki Rasa Kesejawatan
    karena dengan 4 kriteria tersebut akan mewujudkan guru profesional yang bagus untuk perkembangan negara dan siswa itu sendiri.

  15. assalamu’alaikum wr wb

    pak saya kurang faham tentang pernyataan bapak :
    profesional mempunyai makna ahli (ekspert), tanggungjawab (responsibilty), baik tanggungjawab intelektual maupun tanggungjawab moral, dan memiliki rasa kesejawatan.
    apa maksud dari
    Tanggung jawab intelektual
    Tanggung jawab Moral
    Memiliki rasa kesejawatan

    menurut Bapak apakah seorang guru yang tidak mempunyai ijasah tinggi dan sertifikat keguruan tetapi beliau mampu menguasai atau ahli dalam bidang yang diajarkanya serta mampu menyampaikan pesan didik melalui ilmu yang di ajarkanya bisa dikatakan guru yang profesioanal ?

    sekian dari saya pak kurang lebihnya saya mintak maaf….

    wassalam…

  16. memang tidak semua guru profesional karena seorang guru dianggap sebagai seseorang yang profesional itu apabila guru tersebut telah memenuhi kriteria 4 yang telah bapak sebutkan dan guru itu juga memiliki kualitas mengajar yang tinggi.
    yang saya ingin tanyakan kepada bapak. bagaimana trik-trik atau saran bapak agar kami semua sebagai calon guru nantinya bisa menjadi seorang guru yang profesional???

  17. ,saya setuju dengan pendapat bapak bahwasanya guru bisa dikatakan profesional jika memiliki kriteria tersebut. karena :
    1 Ahli (ekspert), Seorang guru tidak saja menguasai isi pengajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu dalam menanamkan konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan.
    2 Memiliki Otonomi dan Rasa Tanggungjawab, Guru yang profesional telah memiliki otonomi atau kemandirian dalam mengemukakan apa yang harus dikatakan berdasarkan keahliannya.
    3 Berjiwa Dinamis dan Reformis, guru selalu berusaha untuk mengembangkan diri dan profesinya, dan guru juga mampu mengubah paradigma yang bertentangan dengan profesionalisme, dan mengganggu keotonomiannya, serta memberantas usaha-usaha dehumanisasi kependidikan.
    4 Memiliki Rasa Kesejawatan, Salah satu tugas dari guru ialah menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada rasa aman dan perlindungan jabatan.

  18. Memang benar, apa yang Bapak kemukakan di atas. Bahwasannya guru ataupun calon guru harus memenuhi empat kriteria tersebut agar menjadi guru yang berkompeten dalam mendidik anak muridnya.

  19. guru profesional,
    semua mahasiswa yang ngambil jurusan keguruan selalu menginginkan untuk menjadi guru profesional seperti halnya saya.
    menurut saya guru profesional bukan hanya keinginan melainkan harus dimiliki oleh semua guru di Indonesia, maka dari itu semua mahasiswa yang ambil jurusan keguruan mulai dari sekaranglah di tanam dalam benaknya harus bisa menjadi guru yang profesional.
    guru profesional diantarnya mempunyai 4 kriteria yaitu:
    1. Ahli
    2. memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab
    3. berjiwa dinamis dan reformis
    4. memiliki rasa kesejawatan

  20. assalualkum,.
    setelah saya baca artikel bapak mengenai guru yang profesional ada poin bahwa guru profesianal harus memiliki sikap yang dinamis dan reformis yang mau saya tanyakan Apakah guru yang sudah lanjut usia dan kesulitan mengikuti pelatihan, tetapi bisa menjadi tauladan dapat dikatakan profesional?

  21. saya setuju pak dengan pendapat anda kalau seorang guru harus memenuhi ke empat kreteria tadi…
    karena sekang ini banyak guru yang tidak bisa bertanggungjawab dalam tugasnya terutama dalam mengajar dan mendidik siswa.
    Guru yang baik adalah guru yang benar-benar mengajar dengan penuh tanggung jawab, mulia karena pelayanan, dan mengajar dengan cinta dan penuh dedikasi. Guru seharusnya memberikan perhatian yang khusus kepada muridnya. Bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya karena menjadi seorang guru merupakan pengabdian dan panggilan hidup bukan semata-mata hanya untuk sekedar mencari sesuap nasi dan mencari nafkah.

    Melihat kenyataan sekarang ini, masih ada banyak hal yang masih harus dibenahi dalam persoalan guru saat ini. Secara umum, kualitas guru dan kompetensi guru juga masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Masih banyak yang harus dituntaskan. Standar kualitas guru harus mulai dicanangkan saat ini. Dengan adanya standarisasi guru ini diharapkan menjadi babak baru melakukan uji kompetensi awal terhadap guru.

  22. “Guru mengajar, murid belajar, guru menerangkan, murid mendengarkan, guru bertanya, murid menjawab. Konsep seperti itu tidak manusiawi (dehumanisasi)”.
    saya kurang setuju jika anda mengatakan hal itu tidak manusiawi, sedangkan arti dari kata manusiawi itu sendiri menurut saya adalah tindakan yang tidak memanusiakan manusia. jadi saya kurang setuju dengan kalimat itu, munkin maksud anda guru tidak hanya sebagai pentransfer ilmu, akan tetapi juga sebagai pengajar etika yang berperan sebagai suritauladan. Konsep orang jawa bahwa guru adalah orang yang digugu dan ditiru, artinya guru adalah orang yang dihormati dan menjadi tauladan bagi muridnya, maka dari itu karena sebagai seorang figure yang di hormati dan ditiru ia harus mengisi kepribadiannya dengan akhlaqul karimah.

  23. menurut saya memang guru harus menjadi guru yang profesional, karena guru merupakan tonggak awal bagi pendidikan yang memberikan pengaruh bagi masa depan bangsa.Tidak hanya bisa menghasilkan lulusan tetapi juga harus bisa menanamkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, agar para lulusan juga dapat mengamalkan pendidikannya sesuai yang diajarkan guru,
    apabila guru tidak profesional,misalnya saja mengajar seenaknya saja dan tidak mengamlkan ke 4 kriteria yang bapak sebutkan diatas maka mungkin murid yang telah diajar akan meniru guru tersebut serta murid tersebut tidak akan dapat menjadi profesional.
    maka dari itu guru diharuskan untuk profesional.

  24. menurut saya memang guru harus menjadi guru yang profesional, karena guru merupakan tonggak awal bagi pendidikan yang memberikan pengaruh bagi masa depan bangsa.Tidak hanya bisa menghasilkan lulusan tetapi juga harus bisa menanamkan ilmu yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, agar para lulusan juga dapat mengamalkan pendidikannya sesuai yang diajarkan guru,
    apabila guru tidak profesional,misalnya saja mengajar seenaknya saja dan tidak mengamlkan ke 4 kriteria yang bapak sebutkan diatas maka mungkin murid yang telah diajar akan meniru guru tersebut serta murid tersebut tidak akan dapat menjadi profesional.
    maka dari itu guru diharuskan untuk profesional

  25. saya setuju dengan guru yang profesional itu harus mempunyai 4 kriteria tersebut di atas, karna Guru adalah profesi yang paling sehat di antara semua profesi yang ada, termasuk pengacara, dokter, pengusaha, dan lainnya. Kesehatan mental guru paling tinggi di antara semua profesi.

    Peneliti dari South Florida mengatakan hal itu dikarenakan profesi guru lebih dari sekedar pekerjaan, tapi merupakan sebuah panggilan. Para guru mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang menyenangkan karena langsung berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

  26. saya setuju dengan penjelasan bapak, saya ingin menambahkan sedikit kriteria guru profesional menurut saya pribadi,

    pertama kriteria guru profesional harusnya bisa melakukan penilaian kepada peserta didik bukan hanya dari nilai ulangan atau nilai akademik lainnya tapi juga harus dapat melakukan penilaian dari proses pembelajaran yang dia lakukan sampai pada hasil dari proses pembelajaran tersebut.

    kedua kriteria guru profesional adalah guru yang bisa mengkondisikan kelas untuk dapat menerima materi yang akan disampaikan.

    ketiga kriteria guru profesional harus bisa menyelipkan nilai – nilai moral pada peserta didik pada saat menyampaikan materi, sehingga pada saat peserta didik keluar dari kelas tidak hanya pengetahuan secara akademik yang didapatkan tapi juga pengetahuan moral yang menurut saya sangat penting untuk diterapkan.

    nama : Arum Widiya Wati
    NIM : 112404
    Prodi : Ekonomi 2011 A

  27. saya setuju dengan pendapat bapak, seorang guru bisa dikatakan profesioanal jika memenuhi kriteria empat tadi, yaitu mempunyai makna ahli, tanggung jawab (baik tanggung jawab intelektual maupun tanggung jawab moral) dan memiliki rasa kesejawatan. Karena semua guru akan menjadi panutan untuk semua anak didiknya. Guru profesional akan bisa membawa anak didiknya menjadi generasi yang baik dan bijaksana. Oleh karena itu profil guru adalah salah satu figur yang mempunyai amanat paling agung dan paling berat tanggung jawabnya.

  28. Dari artikel Bapak saya jadi ada masukan kalau cara mengajar saya sebagai guru les dulu itu lumayan salah, dimana saya terus memberikan materi tanpa ada poses mendidik. seperti sebuah gelas kalau terus diisi air lama kelamaan pasti meluap dan tumpa sehingga mubazir. terima kasih Pak

  29. jadi dapat saya garis bawahi bahwa kriteria guru yang profesional :
    1. ahli dalam bidangnya dan segala hal. menjalankan tugas pokoknya.
    2. memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab.
    3. guru adalah panutan untuk siswa
    4. guru yang rasa keejawatan
    ke empat hal tersebut sudah merupakan kriteria dimana seorang pendidik dapat dikatakan profesional, apabila kurang satu dari kriteria tersebut maka tidak dapat dikatakan profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s