Karakteristik Profesi Kependidikan


Konsep profesi sebagaimana ciri-ciri profesi pada umumnya dapat diterapkan dalam bidang kependidikan. Karakteristik profesi tersebut dapat dijadikan pedoman untuk analisis profesi kependidikan, yaitu untuk menjawab pertanyaan apakah bidang kependidikan dapat dikategorikan sebagai suatu profesi, atau hanya sekadar suatu pekerjaan. BACA SELENGKAPNYA …

2 thoughts on “Karakteristik Profesi Kependidikan

  1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
    dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
    untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
    akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.(UU No.20 tahun 2003 sisdiknas) pasal 1 ayat 1 .berdasarkan pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah sebuah proses memanusiakan manusia.
    sedangkan Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,
    konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang
    sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. (UU No.20 tahun 2003) pasal 1 ayat 6. jadi yang disebut pendidik adalah orang yang menjalankan proses pendidikan, dan memiliki kriteria seperti yang dijelaskan diatas.

  2. saya setuju kalau Pendidikan itu adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1). karena,
    * 1. Memiliki unsur-unsur Pendidikan yang meliputi : 1. Input, sebagai sasaran pendidikan, yaitu : individu, kelompok, masyarakat; 2. Pendidik, yaitu pelaku pendidikan; 3. Proses, yaitu upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain; 4. Output, yaitu melakukan apa yang diharapkan / perilaku.
    * 2. Memiliki Jalur Pendidikan yang menurut UU RI No. 20 Tahun 2003, jalur pendidikan dibagi menjadi : 1. Jalur Formal; a. Pendidikan Dasar, Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat, b. Pendidikan Menengah, Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah jurusan, seperti : SMA, MA, SMK, MAK atau bentuk lain yang sederajat, c. Pendidikan Tinggi, Pendidikan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas; 2. Jalur Nonformal dan 3. Jalur Informal

    sedangkan Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi tercantum pada UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2). dan tenaga profesional yang dimaksud adalah seperti guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan yang tercantum pada UU No. 20 tahun 2003 pasal 1 (BAB 1 : Ketentuan umum)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s