Karakteristik Profesi Kependidikan


Oleh  Asmuni Syukir

Konsep profesi sebagaimana ciri-ciri profesi pada umumnya dapat diterapkan dalam bidang kependidikan. Karakteristik profesi tersebut dapat dijadikan pedoman untuk analisis profesi kependidikan, yaitu untuk menjawab pertanyaan apakah bidang kependidikan dapat dikategorikan sebagai suatu profesi, atau hanya sekadar suatu pekerjaan.

Pekerjaan kependidikan adalah pekerjaan yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan. Dalam Undang-undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pekerjaan kependidikan itu dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu Tenaga Kependidikan dan Pendidik. Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (pasal 1 poin (5), yang secara khusus bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan (pasal 39 ayat (1). Sedangkan Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan (pasal 1 poin (6). Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (pasal 39 ayat (2).

Pengertian dan tugas-tugas Tenaga Kependidikan dan Pendidikan tersebut di atas sejalan dengan makna dan esensi pendidikan, yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang dirinya, masyarakat, bangsa dan negara ( pasal 1 point (1). Oleh karena itulah Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 42 ayat (1); dan Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (harus) dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi (pasal 42 ayat (2).

Bertolak dari penjelasan yang bersumber dari Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tersebut dapatlah dianalisis bahwa ciri-ciri pekerjaan kependidikan itu adalah (a) bidang garapannya adalah manusia yang unik (individu yang berbeda-beda), karenanya pekerjaan ini merupakan suatu pekerjaan sosial yang unik dan sangat penting; (b) bahan dasarnya bukan lagi material tetapi bersifat immaterial, yaitu bersumber dari ilmu dan pengetahuan; (c) untuk mengolah bahan dasar tersebut harus menggunakan suatu teknik atau metode tertentu, karenanya pekerjaan ini lebih menekankan operasi inteletual dari pada motorik; (d) untuk memperoleh bahan dasar dan teknik-teknik tersebut dibutuhkan pendidikan khusus kependidikan dan memerlukan waktu yang relatif lama, yakni di perguruan tinggi yang terakreditasi; (e) mengingat peserta didik adalah manusia yang unik, maka pekerjaan itu memerlukan otonomi dan tanggungjawab pribadi yang luas; (f) dengan otonomi tersebut maka diperlukan adanya kode etik yang jelas dan sanksi profesional yang tegas; (g) serta pembinaan yang efektif dari organisasi profesi yang otonom.

Ketujuh ciri pekerjaan kependidikan ini jelas telah memenuhi kriteria (karakteristik) profesi pada umumnya, sehingga patutlah dikatakan bahwa pekerjaan di bidang kependidikan adalah suatu profesi, dan bukan sekadar pekerjaan. Memang, secara historis profesi kependidikan tergolong belakangan munculnya. Semula dikenal tiga profesi, yaitu profesi dalam keagamaan, hukum, dan pengobatan. Baru pada abad 19 bertambah dengan profesi kedokteran gigi, bedah hewan, arsitek, dan keguruan. Profesi Guru (kependidikan) baru ada pada tahun 1870 dengan ditandai berdirinya National Union of Teachers di Inggris, dan baru pada tanggal 25 Nopember 1945 didirikan di Indonesia. Sebagai lapangan pekerjaan, Guru sudah ada sejak lama, mungkin sama tuanya dengan pekerjaan di bidang hukum atau kedokteran. Tetapi sebagai profesi, perkerjaan guru ini termasuk relatif muda, apalagi profesi kependidikan non keguruan muncul belakangan sebagai akibat kompleksitas dunia kependidikan.

Kembali ke   BERANDA /ARTIKEL

9 thoughts on “Karakteristik Profesi Kependidikan

  1. setiap profesi memilliki karakteristik sendiri serta kode etik sendiri sehingga akan menjadi suatu ciri khas profesi tersebut, termasuk profesi kependidikan. tidak semua orang mampu menjadi guru, karena ada beberapa kualifikasi yang harus terpenuhi. untuk memenuhi kualifikasi tersebut maka seseorang itu harus mencari dan menerapkannya ke kehidupannya. kualifikasi tersebut dapat diraih melalui pendidikan tertentu tergantung dengan bakat dan minat seseorang terhadap suatu jenis profesi.

  2. profesi merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki karakteristik khusus. membutuhkan latar belakang kependidikan. sedangkan profesi kependidikan merupakan suatu profesi keguruan untuk menjadi guru yang baik harus tau karakteristik guru yang profesional sehingga ia akan melakukan apa yangmenjadi karakteristik tersebut.dalam profesi kependidikan memiliki kode etik khusus, sehingga tidak sembarang orang dapat melakoninya.

  3. profesi merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki karakteristik khusus. membutuhkan latar belakang kependidikan. sedangkan profesi kependidikan merupakan suatu profesi keguruan untuk menjadi guru yang baik harus tau karakteristik guru yang profesional sehingga ia akan melakukan apa yangmenjadi karakteristik tersebut.dalam profesi kependidikan memiliki kode etik khusus, sehingga tidak sembarang orang dapat melakoninya.

    AFIFATUR ROHMAH (1251348)

  4. EVITA NUR AZIZAH (1251305)
    BGaimana dg mahasiswa yg sudah mngajar pak??
    apakah tetap tidak bisa dikatakan guru profesional?? harus menunggu sampai lulus kuliah u/ mnjadi guru profesional?

    • menurut saya profesional itu dilihat dari kemampuan diri kita dalam sebuah kependidikan dan bila mahasiswa bisa mengajar bisa disebut guru yang berprofesi dan mengembangkannya dengan kuliah untuk menambah pengetahuannya

  5. ehmmm… saya baru tahu kalau tenaga pendidik tidak sama dengan pendidik. artikelnya bagus. saya menggaris bawahi bahwasannya pendidik termasuk dalam tenaga pendidik tetapi kalau tenaga pendidik belum tentu menjadi pendidik. benarkah seperti itu ?
    trimakasih🙂

  6. menjadi guru adalah menghayati profesi,dan tidak semuannya mahasiswa-mahasiswi itu bisa menjadi guru. pada dasarnya guru itu bisa dikatakan sebuah status dimana ia dapat dikatakan sebuah profesi. akan tetapi untuk apabila dapat memenuhi Ketujuh ciri pekerjaan kependidikan di atas jelas telah memenuhi kriteria (karakteristik) profesi pada umumnya, sehingga patutlah dikatakan bahwa pekerjaan di bidang kependidikan adalah suatu profesi, dan bukan sekadar pekerjaan. Memang, secara historis profesi kependidikan tergolong belakangan munculnya. Semula dikenal tiga profesi, yaitu profesi dalam keagamaan, hukum, dan pengobatan. dan mungkin pada era baru akan muncul lagi profesi-profesi lainnya.

  7. muhammad taufiq hidayat (112459/ 2011A)
    sosok guru yang profesional sangat dibutuhkan. dengan adanya guru profesional maka kualitas peserta didik juga akan menjadi lebih baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s